Sabtu, 05 Mei 2012

Persiapan memberi kursus


Widihh serius nih judulnya hehe...
ada apa gerangan saya menulis postingan ini? gerangan saya sering ditanya teman-teman apa saja yang harus disiapkan untuk mengadakan kursus atau workshop.
Okelah saya coba saja ya sekali-kali menulis, semoga bisa difahami ya tulisan saya ini, kalau ga faham tinggal tidur saja dulu ntar besoknya kalau sudah segeran bisa dibaca lagi haha...udah ah ngelantur..

yuk mulai...

Yang perlu diperhatikan :

1. Siapa yang akan kita beri kursus?ibu-ibu, anak-anak, remaja, bapak-bapak
kenapa hal ini perlu kita lihat?karena disini kita harus menentukan materi apa yang akan kita berikan,    kecuali permintaan orangnya.
Kita harus punya patokan terlebih dahulu, jika ibu-ibu minatnya apa?apa yang mudah dan disukai, baik pemula atau mahir. begitu juga untuk kalangan anak-anak dll.

2. Kita bikin KIT paket lengkap bahan-bahan dan dan pola, bisa tambahkan alat semisal jarum jika untuk menjahit, untuk alat bisa tentukan bawa sendiri atau kita pinjami, jika bawa sendiri, kita tetap sediakan beberapa untuk jaga-jaga jika ada yang tidak bawa.

3. Jika kursus diadakan di tempat kita, persiapkan tempat selayak dan senyaman mungkin.
Jika kursus diadakan ditempat lain, datanglah tepat waktu, persiapkan bawaan kita paling tidak sehari sebelumnya, buat list apa saja yang harus kita bawa, bila perlu lebihkan persediaan KIT, sering terjadi saat waktunya kursus ada teman yang kursus atau orang lain juga berminat mengikuti.

4. Mengenai biaya kursus bisa kita bedakan kursus dengan banyak peserta dan privat, privat biasanya lebih mahal.
Sering ada yang nanya, berapa sih kita pasang tarif untuk kursus?nah saya kurang tahu bagaimana semestinya, jadi saya hanya bisa menjawab dengan pendapat saya saja. Ilmu itu bisa mahal bisa murah tergantung niat kita juga, atau kita lihat kondisi masyarakat, jika di desa atau kita lihat lingkungannya minim ya saran saya jangan mahal-mahal yang penting kita sudah hitung pengeluaran bahan(boleh ambil untung dari bahan), transpot, untuk tenaga dan fikiran kita ambil sedikit saja, kalau lingkungannya mampu saya kira tidak masalah kita pasang tarif mahal, tetapi pasti akan sangat tidak patut ya kalau kita pasang tarif kursus di wilayah A Rp. 30.000,- di wilayah B Rp. 50.000,- nah untuk ini harus ada bedanya, walau ilmunya sama tetapi kita bisa menggunakan bahan yang berbeda, dalam artian kwalitasnya, atau materinya disederhanakan untuk yang lebih murah.
Saya kasih contoh kasar, misal saya kasih kursus mini pie flanel bisa untuk topping yang sederhana saja di wilayah A, atau misal kursus membuat kalung manik, manik menggunakan yang akrilik biasa untuk wilayah A dan untuk wilayah B menggunakan kristal atau yang lainnya.

5. Tentukan waktu kursus dari awal, misal 2 jam untuk 1 materi, atau kalau materinya sulit bisa tambahkan.

Catatan penting lainnya

1.Jika kita tidak ingin waktu terlalu lama kita bisa memotong dahulu bahan-bahan yang untuk kursus, agar saat kursus tidak molor waktu kursusnya, kecuali tehnik memotongnya sulit kita harus ajarkan dan peserta kursus mempraktekannya, tetapi jika sedehana saja kita bisa memotong dari rumah dan memberikan kepeserta sudah berupa potongan, tetapi kita tetap mengajarkan cara memotong, hanya sekedar men demokan nya saja.

2. Saat kursus berlangsung kita harus perhatikan peserta, jangan hanya kita bicara sendiri dan praktek sendiri tanpa pedulikan peserta. peserta kursuspun bermacam-macam, kadang ada yang kita perhatikan malah berhenti jadi terlihat tidak mau diawasi, padahal kita bukan mengawasi tetapi memperhatikan dia agar kita yakin peserta kita ini faham tidak, kalau sudah begitu saya justru meminta dia mempraktekkan apa yang tadi saya ucapkan, sampaikan ke dia tidak apa-apa saya hanya pengin pastikan anda bisa.
kita harus yakin benar peserta kita bisa mengerjakan dan faham.

3. Setelah selesai kita sampaikan pada peserta jika ada pertanyaan seputar materi tadi, kita harus siap menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Tetapi saran saya jangan jawab pertanyaan yang tidak sesuai dengan materi tadi. Sering terjadi peserta kursus merasa kita gurunya yang banyak ilmu dan dapat dikorek semua ilmunya. nah ini kebijaksanaan kita terserah, kita punya hak untuk tidak menjawab berdasarkan beberapa macam alasan, bisa alasan kita karna agar dia fokus di 1 itu saja dulu, pelajari dan praktekan lagi lain waktu ilmu itu sampai mahir, syukur-syukur bisa berkembang dengan sendiri kreasinya. alasan lain jika kita memberi kursus selain membagi ilmu juga untuk mendapatkan keuntungan materi pasti akan sangat rugi jika kita memberi 1 materi dan murid mendapatkan ilmu yang diluar materi tersebut yang bisa jadi itu ilmu untuk kursus lainnya. saya sering mencontohkan murid kelas 1 baru belajar pelajaran kelas 1 belum ujian sudah mau belajar kelas 2.Tidak apa-apa kita punya hak, yang terpenting kewajiban sudah kita sampaikan dengan baik :)


4. Sebagai pengajar mengajarlah dengan baik, jangan rendahkan murid walau usia lebih muda dari kita.
Sebagai murid jadilah murid yang baik,perhatikan pengajar dengan serius, jika kurang faham lebih baik tanyakan pada pengajar. Kadang karena kita merasa sudah ahli dalam bidang lain, bahkan kita juga guru saat kita kursus suka lupa saat itu kita sebagai murid, lupanya suka sok tahu atau mengajari teman-teman lain,bahkan sampai bela-belain ketinggalan materi hihi...ini saya pernah mengalami, sampai semua sudah selesai dia belum dan akhirnya saya meluangkan waktu untuk mengajari dia, hehe...betapa kasianilah gurumu ini haha...

Demikian semoga bermanfaat dan dapat difahami, nanti jika ada tambahan saya tambahkan hehe...takut ada yang kelupaan.
Tulisan diatas bukanlah tulisan seorang ahli hanya murni pengalaman saya, nanti yang lain bisa juga berbeda untuk kejadian-kejadiannya :D




Contoh KIT



9 komentar:

hima-rain mengatakan...

wah bagus sekali mbak tipsnya. makasi yah.. sangat membantu. saya juga akan buat workshop. terima kasih.

fitri -Gaity mengatakan...

Hai terimakasih juga sudah bersedia membaca haha...
semoga sukses ya workshopnya :)
jangan lupa bagi2 cerita workshopnya

Prapti Kusumastuti mengatakan...

hahahaha..catatan poin 3 sangat mengena...

Hany Von Gillern mengatakan...

Info bermanfaat, makasih shjaringnya ya bu guru :) Tops tambahan : jangan lupa pisang menyediakan pisang goreng ...hihihihih ... kabur , takut di lempar sandal sama bu guru :D

fitri -Gaity mengatakan...

Prapti@ hahahaha...mengena buat yang kena :p

mbak hany hahahaha...gawattt kalo ada pisang goreng, bukan apa2 pasti gurunya ga jd ngajar malah temal temul makan pisang terus, lha doyanan hahaha...
haha...kalo mbak hany ga tak lempar sandal, tak tarik2 rok nya ja hahaha...

Leadership Developmant Training mengatakan...

salam sukses gan, bagi2 motivasi .,
jujur dalam segala hal tidak akan mengubah duniamu menjadi buruk ,.
ditunggu kunjungan baliknya gan .,.

Ngadiningsih Nh mengatakan...

hai salam kenal..

blog nya bagus bangaet
kalo berkenan follow back blogku ya
http://dflahomemade.blogspot.com/

fitri -Gaity mengatakan...

Ngadiningsih Nh@ salam kenal, terimakasih...nanti saya kunjungi balik :)

Picapicku mengatakan...

makasi bingiiit ya mbak..